MEMELIHARA ALAM, MEMENANGKAN PERTEMPURAN


Alam: Selalu saja menjadi bahan perbincangan tentang keadaan bumi yang semakin hari semakin ramai, para ahli dan para pakar berpendapat kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi terhadap bumi yang menjadi pijakan kita hidup selama ini, misalnya tentang akan terjadinya gempa bumi, tsunami sampai sesar Lembang.


Oke, sahabat kita percaya dengan hasil analisis-analisis tadi, dan itu merupakan keniscayaan dan hal yang tidak pernah bisa kita elakan, tapi ada sebuah pertanyaan yang seringkali menggerutu dibenak kita kapan hal itu terjadi, dan sejauh mana sikap kita sebagai makhluk bumi, apakah akan mempercepat hal itu terjadi atau pun mengantisipasi hal itu terjadi?

Berawal dari pertanyaan diatas kita bermain logika, "bumi itu tempat kehidupan" bahkan dari beberapa planet yang ada di dunia ini, yang paling memungkinkan dan sudah pasti ada kehidupan yaitu bumi. Lantas kenapa jika bumi itu tempat kita hidup, yang seharusnya menjadi tempat perlindungan, seolah-olah menjadi ancaman kepada kehidupan kita. Padahal sudah menjadi hal yang sangat jelas kita sebagai manusia merupakan pemimpin dimuka bumi, pemimpin yang mengatur, yang memelihara sampai mengambil keputusan untuk kita hidup di muka bumi ini.

Apa yang salah?

Ingat, kita sebagai manusia ada tiga hubungan yang tidak akan pernah lepas tentang hidup, yaitu: Hablum Minnallah, Hablum Minannas dan Hablum minal Alam. Ketiga-nya itu saling berhubungan dan jangan sampai merasa cukup jika kita hanya menjaga satu dari tiga hal tadi. 


Pertma , Hablum Minallah, hal ini sudah barang tentu oleh kita sebagai manusia sejatinya senantiasa menjaga hubungan kepada Tuhan yang telah memberikan kesempatan kita hidup dan menyediakan semua hal dari sisi kebahagiaan dan kesedihan, maka Hablum Minallah ini sudah harus menjadi pegangan kita untuk selalu bersyukur serta mengabdi kepada-Nya. Kedua, Hablum minannas, yaitu merupakan titik balik kita sebagai makhluk sosial dalam menjalankan segala perintah ke Tuhanan itu kita tidak bisa menjalankannya sendiri atau secara individu, tentu memerlukan bantuan dan kerjasama dari sesama manusia, makanya kita dituntut untuk saling menghargai dan menghormati sesama manusia. Ketiga, Hablu minal Alam, hal ini yang sering kali kita lupakan dari beribu juta jiwa yang ada dimuka bumi ini, hanya sebagian kecil lah yang sadar terhadap apa gunanya Alam, kenapa kita harus memelihara serta menjaga alam?


Kilas balik apa yang kita bahas diatas tadi kita sebagai manusia merupakan pemimpin dimuka bumi, artinya dalam kehidupan di dunia ini tidak hanya berbicara tentang sisi-sisi Ke Tuhanan saja, tidak hanya bicara maslah kenegaraan serta politik saja, yang sering kita saksikan bayak hal-hal yang miris ketika semua orang sibuk memperhatikan, mempermasalahkan "kekuasaan", sementara apa yang menjadi pijakan atau lapangan kita hidup itu dilupakan. Makanya kita menarik kesimpulan kenapa kita harus memelihara bumi (alam), yaitu untuk mempertegas tempat eksistensi kita sebagai pemimpin di muka bumi, kita bisa menjadi pemimpin yang baik sepertia apa, sementara lapangan tempat kita bertarung tidak kita pelihara. Kita analogikan apabila bumi tempat pertarungan/perjuangan, bisa kita bayangkan "Ring" itu tempat arena pertarungan tinju tidak dipelihara, tidak dijaga, tidak ada aturan, tidak ada scor tidak ada tali, dan lain sebagainya, apa bedanya pertarungan tersebut dengan pertarungan jalanan? Sebaiknya sebelum kita bertarung siapkan dulu tempat pertarungan itu dengan baik, peliharalah arena pertarungan itu dengan teliti, jika kita tidak mempersiapkan semua itu, tidak hanya pukulan musuh yang menjadi ancaman terhadap kita, tetapi "Ring" nya sendiri juga akan menjadi ancaman besar untuk kita bertarung.


Makanya agar perjuangan kita dimuka bumi ini mendapatkan kemenangan maka pelihara dan jagalah arena pertarungannya.

Ngamprah, 15 Mei 2026 

--{MONZ}-- 

Komentar