Ini Tulisan Istriku



010815/23.31
Agustus yang ke 26.
Ya tahun ini saya sudah menginjak umur 26, disaat umur segini mungkin banyak perempuan diluar sana masih sibuk dengan studinya, bisnisnya atau mungkin karirnya (tapi saya juga sebenarnya wanita karir yang nyantai 😁). Alhamdulillah untuk agustus tahun ini ada yang berbeda dari tahun sebelumnya, iya tahun ini tahun penuh berkah bagi saya..  Allah telah menetapkan saya untuk hidup bersama dalam ikatan suci pernikahan dengan suamiku "Ahmad Zaenudin" ( tapi kalau diluaran sana namanya lebih lekat dipanggil "Emon", entah apa historisnya sampe dipanggil emon 😅, ku kira dulu mungkin dia pecinta kartun jepang "DORAEMON" makanya dipanggil begitu 😆).

Sebenarnya saya sudah mengenal suami dulu waktu semasa putih abu, saya mengenalnya sebagai ketua OSIS disekolah yang berbeda dengan saya. Dan saya pun mengenalnya lagi setelah saya ikut satu organisasi mahasiswa daerah yaitu KEMBARA. Sedikit saya akan menceritakan bagaimana sosok Ahmad atau biasa orang panggil beliau Aemonz,( banyaknya nanti diceritakan di judul yg berbeda hehe)  beliau ada anak rantau yang saya kenal sebagai anak yang tangguh, mandiri dan tanggung jawab (untuk seumurannya).

Kembali kecerita awal,  agustus tahun ini saya punya profesi baru menjadi ibu rumah tangga dan Alhamdulillah lagi Allah telah memberi saya amanat menjadi calon ibu.. MasyaAllah..  Alhamdulillah wasyukurillah tiada henti saya dan suami berucap syukur ketika tahu kalo kami telah diberi amanat untuk menjadi orangtua..  Bahagia menjadi seorang orang tua mengalahkan kebahagian apapun, mungkin kata suami mengalahkan orang menjadi calon presiden hehe. 

Tapi memang benar, kebahagian ini tidak bisa diungkapkan dengan kata kata,  hanya bisa diungkapkan dengan syukur dan uraian air mata 😭😭. Kenapa dengan uraian air mata,  karena saya berfikir takut, takut mendidik anak saya kurang baik,  sehingga diakhirat kelak mungkin anak saya akan berbalik menuntut karena dididik kurang baik. Tapi insyaallah saya dan suami belajar untuk menjadi sebaik baiknya orangtua mendidik anaknya. Aamiin

Saya juga mau cerita sedikit keluh kesah menjadi seorang istri yang secara posisi berjauhan jarak karena suami kerja berada dikota,  dan saya kerja dikampung. Apalagi sekarang saya tengah berbadan dua yang memang sangat manjah manjahnya,  mau nya tuh deket suami,  maunya tuh kalo saya mau apa langsung dicariin atau makan apa dibeliin gitu, kaya telenopela huhuhu..  Tapi Allah punya rencana yang baik buat kami berdua, mungkin dengan cara seperti ini Allah mendidik kami agar menjadi orangtua yang mandiri, yang kuat. Hanya Allah yang tahu apa yang terbaik untuk kami. 
Doa saya untuk keluarga kecil saya, agar diberi kekuatan, ketabahan dan keridhoan kepada suami saya karena saya sebagai seorang istri belum mampuh melayaninya dan mendampinginya.. Tapi insyallah Allah selalu bersama orang yang sabar. 

Dan doa untuk dede utunkuh, jadilah anak yang soleh, taat pada Allah SWT, bermanfaat bagi bangsa dan negara. 

Rabbana hablanaa min azwajiina wadzurriyatina qurrota a'yun Waj'alna lilmuttaqiina imamaa.. 
Rabbii hablii minasshoolihiin..

Komentar