Ka, Janganlah pernah Takut pada Darah
Karena disetiap darah tidak harus diakhiri dengan marah
Karena marah bentuk perwujudan lain dari amarah
Dan amarah tidaklah harus musnah
Ka, lukamu kini kian membaik
Hanya permintaan lekas sembuhlah yang baik
Raguku menjadi bentuk mimik
Tentang kasih sayang yang selalu asik
Banyak luka bagi seorang lelaki itu hal biasa
Yang tidak pernah terpisah dari Bahagia
Yang terpenting bukanlah luka yang mendera
Tapi yang paling bahaya luka itu diluar raga
Jangan tanyakan aku, kenapa aku bicara seperti itu?
Tapi jawab dan pahamilah maksudku itu
Tiada hidup tanpa melawan waktu
Hiduplah dengan menyesuaikan waktu
Ingatlah Ka,
Penedritaan itu selalu terdengar dengan berisik
Tapi kebahagiaan selalu datang dengan berbisik
Dengan tanda-tanda semua orang bisa tertarik
Kegelapan pasti tidak akan bisa terpisahkan dengan Cahaya
Dan akhir dari Cahaya adalah kegelapan
Maka jangan pernah takut dengan gelap
Karena akhir dari gelap adalah terang
Tenanglah selalu ya Ka
Jangan pernah geresak gerusuk
Karena dengan tenang kau pasti akan menang
Sedangkan dengan terburu-buru kamu akan pilu
Damailah dengan sesama
Jangan pernah bermusuhan
Karena kedamaian menghasilkan persaudaraan
Sedangkan permusuhan menciptakan pertikaian
Maknailah cinta dengan benar
Jangan pernah memaknai cinta dengan bercanda
Kalua dengan benar cinta itu tidak akan pernah gentar
Sedangkan dengan becanda cinta itu timbul luka
LokaKu jangan pernah luka
Karena luka tidak nyaman
Apalagi makhluk bumi itu suka menyela
Seperti tidak punya iman
Janganlah pertaruhanmu untuk hal materi
Karena materi sebesar apapun hanya timbul iri
Pertaruhakanlah tentang kebenaran
Karena kebenaran akan menimbulkan penghargaan
---{MONZ}---
Ngamprah, 22 Februari 2025

Komentar
Posting Komentar