BERAT


Ingin sekali malam ini saya berkata “Anjing”, tapi bukan untuk binatang, manusia serta bukan untuk semua makhluk yang ada dibumi ini, melainkan tentang apa yang ada di bulatan kepala, serta syaraf-sayaraf yang terus berkelakar seolah-olah terus merambat dan menusuk-nusuk semua ilustrasi yang ada dikepala, lantas apa yang harus dilakukan dan Tindakan apa yang harus diambil, tapi ini hanya tentang isi kepala yang memang bisa jadi bagi orang lain itu bukan apa-apa tanggapannya bisa bervariatif.

Cinta damai, keadilan serta segala sesuatu yang dirasa ideal dalam hiruk-pikuk kehidupan ini semua mendambakan bahkan semuanya menjadi tujuan yang utama, tapi tidak semua orang bisa tidak semua oang mencapainya, sudah barang tentu bagi orang yang mencapainya itu merupakan bonus bahkan hasil dari setiap tetesan perjuangan-perjuangan yang mereka lakukan mencapai target, tapi apa yang didapat oleh orang yang tidak mencapainya, orang yang tidak sampai pada tujuannya, Apakah hanya sesalan, apakah hanya kekecewaan apakah hanya kehancuran semata.

Tentang “jengah, muak, remuk, cape, hancur dan kata lainnya yang dirasa pas dengan frasa ini” semua orang paham mengerti bahakan pernah mengalami, itu semuanya sudah saya makan, sudah saya telan bahkan dikunyah dimuntahkan bahakan dijilat Kembali semuanya sudah teralami.

Tapi ini tentang lelaki, tentang makhluk yang dituntut untuk selalu kuat dan tahan banting dalam segala situasi bahkan segala cuaca yang harus selalu beradaptasi, inilah lelaki yang biasanya punya “ego” tinggi, lelaki yang biasa keras kepala lelaki yang biasanya mengorbankan keluarga bahkan lelaki yang biasanya suka lupa ingatan dan lupa diri, bahakan seringnya laki-laki itu pura-pura gila dalam situasi apapun.

Kalua berbicara “teriak”, teriakan yang paling kencang dan keras dari seorang lelaki yaitu teriakan yang ada dalam diri dan hatinya bukan teriakan yang berbunyi dan bisa menggerakan bibir semata, teriakan yang berbunyi hanya bisa menjadikan orang “budeg” saja apabila didekatkan dengan telinga, tapi teriakan yang ada dalam diri dan hati seorang lelaki bisa membuat langit ini runtuh, ingatan ini hilang, untungnya hal itu semua sudah terbentuk prisai-prisai kuat dan tahan banting dalam hati dan diri seorang lelaki.

Tapi ingat dalam kehidupan ini kita harus sadar bahakan menyadari dengan sepenuh hati serta kesadaran yang paling dalam bahawa semuanya itu terdapat dua sisi yang berbeda serta tidak bis akita pisahkan, sama halnya dengan dua mata uang, ada dua sisi tapi tidak bis akita pisahkan bahakan apabila kita pisahkan dua mata uang itu bisa jadi secara nilainya berkurang bahkan apabila kita memakai uang tersebut hanya dengan satu sisi bisa jadi uang itu tidak laku sama sekali. Kita tengok tentang “waktu”, waktu misalnya ada siang dan malam, mungkin kalua kita hidup hanya dalam suasana malam saja bisa jadi tidak akan pernah bisa dikatakan itu yang dinamakan kehidupan, atau sebaliknya kita menjlani hidup ini hanya dengan ruang siang saja, bis akita bayangkan istrahat kita kapan, dimana kita akan menyembunyikan semua rahasia hidup kita kalua kita tidak mengarungi gelapnya malam. Sama halnya dengan “lelaki”, apabla kita hanya mengenalnya dari sisi-sisi kerasnya saja kita tidak akan pernah mengenal lelaki dari sisi lembutnya saja, apabila kita berharap kepada lelaki hanya harapan keberhasilan, semua tujuan tercapai, idealnya lelaki seperti apa, bisa kita bayangkan kapan kita mengenal kekecewaan, mengenal kapan kita berada dibawah, kapan kita mengenal kelemahan, semuanya akan tiba dimana kesenjangan itu akan kita alami. 
 
Bandung Barat, 22 November 2025


Komentar